Menyusuri jejak masjid tua kota Bogor, rasanya tidak pas kalau tidak mengungkap orang-orang film yang memback-up semua kelompok. Kelompok ini seperti rencana sebelumnya akan bekerjasama dengan masing-masing kelompok. Sayangnya setelah di verifikasi lagi, tak banyak peserta yang ikut tim ini. Data tim secara umum yang berminat adalah Ari, Zuliani Evi, Rani Anggraini, Resti Agesti dan Gita Purnama. Untungnya dibelakang tim ini sudah ada nama-nama pendamping yang sudah tidak asing lagi. Mereka adalah Erland, Gilang, Khairul Salam dan Fahrudin. Nama terakhir adalah murid terbaik jurusan Film Sekolah KALAM.
Pada hari pertama turun lapangan (Senin-red), tim film yang jumlahnya tak seberapa, tapi dengan kemampuan beberapa itu hanya sekedar survey lokasi. Mereka coba mengumpulkan data-data menarik untuk kebutuhan film. Seperti Rani misalnya, sosok yang didaulat sebagai reporter tim film ini terus menggali data yang diketahuinya, maklum, Rani merupakan mahasiswi lanskap yang sempat melakukan penelitian di Empang. Tepat jika di hari pertama ia bertugas mengamati kawasan sekitar Masjid Atthohiriyah. Demikian juga dengan tim lainnya, masing-masing turun ke lokasi-lokasi yang dimaksud. Yaitu ke Masjid Al Falak, Masjid An Nur dan Masjid Al Mustofa. Dari peserta minta film pada hari pertama ini tak banyak yang terlibat. Hanya Rani saja yang aktif di Empang.
Hari berikutnya, dengan SDM yang ada tim mulai melanjutkan aksinya. Masing-masing tim rupanya sudah mempersiapkan strategi untuk produksi film. Erlan sang koordinator membagi tiap personil yang tersisa dalam 4 masjid. Mereka adalah Masjid An Nur oleh Fahrudin, Masjid Atthihiriyah oleh Erlan, Masjid Al Mustofa oleh Khairul Salam dan Masjid Al Falak oleh Gilang. Ada 3 kamera yang menemani mereka turun ke lapangan. Tanpa bertele-tele, masing-masing tim langsung memulai aksi pengambilan gambar.
Kelar syuting di beberapa lokasi masjid, tim ini langsung disibukkan dengan proses editing. Sebagian lagi tetap melakukan pengambilan gambar karena ada beberapa gambar yang kurang. Kondisi ini terlihat di hari ketiga dan keempat (Rabu dan kamis), beberapa anggota tim film tetap menyisir lokasi masjid, baik bersama kelompok maupun sendiri.
Puncak kesibukan mereka barulah benar-benar terlihat di hari kelima. Hampir semua anggota tim film ini menyibukan diri di depan monitor editing.





