Quantcast
Menapak identitas kota bogor
admin On August - 27 - 2010

LAPORAN ELLY FITRIA ROSALINA–Kiri…kiri…kiriiii mang (akhirnya supir angkot berhenti juga mobilnya). Pukul 10.55 WIB Elly sampai di tempat janjian dengan angggota tim At Thohiriyyah di depan masjid At Thohiriyyah. Belum pada datang, 11.15  koq belum pada datang juga ya..?. Secepat kilat jari-jari Elly mijit keypad HP terkirim ke kang ucup dan jojo.

“Assalammualaikum, Jo ad dmn? dah nyampe nih” (sms ke jojo).

Balasan dari jojo

“Jo lg ngaterin pin dl, bntarn kstnya”.

Kalau sms ke kang Ucup

“Assalammulaikum, kang ad dmn..? Dah nyampe empang nih”.

11.30 WIB koq belum pada datang juga sih, mana diliatin sama bapak-bapak yang lewat lagi. Ada yang aneh ya perempuan  berdiri depan masjid pas hari jumat..?. Ehmmm…sms jojo lagi deh

“jo cpt dtg donk dr td dliatin m bapa2 yg lwt”.

“Af  jojo ksiangan coz td jojo dtnggalin ma tmn, sebel q” nah balasan dari jojo.

11.35 WIB….Tiba-tiba tukang cincau datang ngegelar gerobaknya sangat tepat disamping Elly dan mulailah terjadi interaksi perkacapan mulai dari silsilah keluarganya, lama si mamang tukang cincau jualan, dan sedikit sejarah alun-alun dan aktivitas masjid.

“Saya asli Cianjur, anak ada lima dan cucu ada banyak. Saya jualan disini dah lama”.

“Ari alun-alun dulu teh tempat naon Pak ?”

“Alun-alun dulu na teh pasar rame ti isuk ka sonten, nah ku masjid teh dipageran upados eta pasar teu ngaluaskeun ka masjid”.

“Ari syalawatan teh tiap jumat..?”.

“Biasana kitu neng jumat aya nu syalawatan sareng manasik haji, napi salama bulan puasa teu aya”.

“Teras Idul Fitri seur delman sareng beca hias ?”.

“iya seur pisan nepi pinuh jalan teh”.

11.45 WIB, Rafael datang selang beberapa detik Jojo datang, nah mulailah kita berburu foto-foto jumatan.  Kemudian pukul 12.00 WIB kita menyebar, Jojo dan Rafael masuk ke dalam masjid i berbagi tugas mengambil moment-moment shalat jum’at di masjid At-Thohiriyyah. Jojo yang mendapat tugas mengambil foto ditengah-tengah jamaah langsung beraksi. Mengambil angle-angle yang tepat, dan Rafael mendapat tugas mengambil gambar dari lantai dua masjid. Ternyata banyak moment-moment bagus di dalam masjid At-Thohiriyyah yang mereka tangkap dengan lensa kamera.

“Dan bukan hanya saat berlangsungnya shalat jum’at aja moment-moment bagus itu kita dapatkan dengan lensa, tapi juga setelah selesai shalatpun moment bagus itu makin menampakkan identitas diri,” itu kata Jojo.

Dan di depan gerbang masjid terlihat beberapa ibu-ibu yang mengharapkan santunan dari jamaah masjid. Tentu saja itu adalah momen yang berharga pada hari terakhir ini. Dan  tanpa ragu lagi senjata kami pun dikeluarkan.

Sementara kami  sedang asyik mengambil gambar baru teringat kalau jojo ternyata terpisah dari kami. Elly pun mencoba menghubungi jojo lewat sms, tetapi sms balasan tak kunjung tampil di layar. Sambil menunggu Elly tidak lupa dengan orang rumah dan saat melihat pedagang papaya di depan tembok masjid, tertarik juga membeli beberapa papaya tersebut.

Setelah menunggu sekian lama Jojo pun tak kunjung datang dan Rafael pun terburu-buru karena mempunyai jadwal mengajar pada hari tersebut. Sehingga Rafael pun mencari jojo ke dalam masjid. Dan didalam terlihat jojo sedang “nungging” untuk mencari angle yang bagus. Saat ditegur pun jojo tetap asyik dengan aktivitasnya dan karena insting penasarannya Rafael pun ikut dengan sendirinya ikut mengambil gambar pilar-pilar masjid. Setelah puas akhirnya kami pun pulang (Sumber info tulisan : Elly, Januar, dan Rafael)

Categories: Jejak Masjid

Leave a Reply


Before you post, please prove you are sentient.

What is 9 * 6?

Follow @kampoengbogor on Twitter

Featured video

Sponsors