Quantcast
Menapak identitas kota bogor
admin On August - 27 - 2010

LAPORAN RIZEKI RAHMAWATI—Subhanallah…ga disangka-sangka ternyata kota Bogor terdapat masjid tertua dan masjid pertamakali didirikan di Kota Bogor sebelum masjid-masjid lainnya. Masjid ini sudah berumur kurang lebih 703 tahun yang telah di bangun oleh seorang musafir asal Banten yang bernama K.Tubagus H.Mustofa Bakri dan di bantu oleh tiga orang sahabatnya yang benama Chaidir, Kail, dan Raden Dita Manggala. Masjid ini di beri nama seperti nama pendirinya yaitu Masjid Al-Mustofa yang didirikan pada tanggal 2 Ramadhan hari Jum’at 728H ( 8 Februari 1307 M), masjid ini bertempat di Jl.Ceremai ujung,BantarJati kaum Kec.Bogor Utara yang sebelumnya kampung ini bernama Kampung Baru dan daerah kampung Baru ini menjadi kampung atau daerah yang membentuk terjadinya Kota Bogor sekaligus daerah pertamakali yang dibentuk di Kota Bogor.

Bentuk bangunan Al-Mustofa dahulu tidak sebagus seperti sekarang karena telah direnovasi, tetapi bentuk bangunannya tidak berubah hanya di perluas ke belakang dan akan menjadi dua lantai. Karena bangunanya sudah direnovasi  jadi kita semua khususnya orang-orang Bogor tidak mengetahui dan tidak menyangka kalau di Bogor terdapat masjid yang kemungkinan tertua dan pertama kali didirikan di Kota ini.

Di dekat Masjid ini pula terdapat makam salah satu dari pendiri Masjid Al-Mustofa yaitu Raden Dita Manggala dan makam keturunan keluarga K.H.Tubagus Mustofa Bakri , sedangkan makam dari pendiri Masjid Al- Mustofa sendiri K.H.Tubagus Mustofa Bakri berada di Mekkah. Banyak orang dari luar kota atau luar daerah bahkan Negara sering berdatangan untuk melakukan ziarah ke makam tersebut.

Di Masjid Al-Mustofa ini terdapat sumber mata air yang terletak tidak jauh dari lokasi Masjid  yang dibuat dan ditemukan sejak pertamakali masjid didirikan sampai sekarang dan sampai saat ini air tersebut masih terus mengalir dan belum pernah kering, walaupun kering itu hanya saat musim kemarau dan setelah musim kemarau air kembali mengalir. Mata air ini ukuran kedalamannya sekitar 190 m dan ukuran pipa ( 4 inci dan 3 inci ). Mata air ini dialirkan melalui pipa-pipa untuk masjid,  juga dialirkan kepada 38 rumah masyarakat sekitar masjid tersebut.

Hal menarik dari masjid ini adalah adanya Al-Qur’an yang ditulis tangan. Al-Qur’an ini sudah ada pada saat masjid didirikan dan terdapat pula buku berisi khutbah jum’at. Bahkan di Masjid ini setiap khutbah shalat Jum’at cara penyampaiannya menggunakan bahasa arab bukan bahasa Indonesia seperti masjid-masjid lainnya. Subhanallah…berarti Al-Qur”an itu sudah tua juga ya tetapi masih terlihat rapi walaupun cover dan kertasnya sedikit lapuk. Ada juga loh kejadian menarik lainnya di Masjid Al-Mustofa ini, seperti orang yang sedang tidur disana pada malam hari tiba-tiba keesokan harinya sudah ada di dalam bedug yang berukuran lumayan besar sehingga orang itu muat berada disana.

Masjid Al-Mustofa ternyata telah dikunjungi oleh walikota, suami Ibu Sri Mulyani (mantan Menkeu), Mentri Kehutanan dan orang-orang dari arab Saudi yang khusus datang ke Masjid ini. Kedatangan mereka untuk melihat masjid dan sejarah masjid ini, juga memberi bantuan berupa dana untuk merenovasi Masjid Al-Mustofa tersebut.

Oya… kegiatan di masjid Al-Mutofa sama dengan masjid lainnya seperti adanya pengajian bapak-bapak, pengajian ibu-ibu yg dilaksanakan setiap sebulan sekali dan pengajian anak-anak . Pengajian anak-anak biasanya dilakukan setiap hari ba’da ashar dan para santri/santriwati biasanya berumur 5 sampai   14 tahun atau tingkat TK,SD,dan SMP  yang pengajiannya dilakukan bersamaan hanya saja dibuat kelompok dibedakan menurut usia masing-masing.

Kegiatan pengajian anak-anak biasanya mengaji iqro, Al-Qur’an dan menghafal juz amma. Santri dan Santriwati mengaji disana tidak dipungut uang bayaran (menurut santriwati Al-Mustofa). Para ibu-ibu Rt 04 Al-mustofa hampir semua ibu rumah tangga dan kegiatan ibu-ibu ini bukan hanya mengaji atau arisan saja. Tetapi juga mengelola POSYANDU dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di kawasan Banjati Kaum.  Keterangan ini menurut Ibu Neneng (48 thn), Ibu Rt 04 , istri dari Bpk Mukti Natsir Yus

Semoga dengan informasi Masjid Al-mustofa diatas bisa menjadi informasi yang berguna untuk kalian semua dan kita harus menyadari sebenarnya masih banyak tempat bersejarah yang mungkin kita tidak ketahui di Kota Bogor ini dan semoga kita khususnya orang Bogaor jangan pernah melupakan sejarah yang ada di Kota Bogor seiring perkembangan zaman .

(Tulisan ini berdasarkan informasi dari Bapak Mukti Natsir Yus bin M. Yahya (60 thn), Ketua DKM masjid Al-Mustofa  yang juga keturunan ke 4 dari Tubagus H. Mustofa Bakri.

(Penulis adalah Jurnalis pada kelompok Al Mustofa)

Categories: Jejak Masjid

Leave a Reply


Before you post, please prove you are sentient.

What is 6 multiplied by 6?

Follow @kampoengbogor on Twitter

Featured video

Sponsors